Searching...
Senin, 05 Maret 2018

Matahari Kudus


http://www.murianews.com/wp-content/uploads/2018/02/kebakaran-membesar-e.jpg
            Siapa yang tidak tau Mall Matahari? Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kudus, Kamis (22/2) lalu terbakar habis dilalap si jago merah. Kejadian tersebut terjadi sekitar jam 06.30 ketika aktifitas masyarakat mulai di mulai. Menurut Kepala Bagian Operasional Polres Kudus Kompol Tugianto, percikan api mulai terlihat di lantai dua, kemudian merambah ke lantai tiga hingga menghanguskan semua bangunan. Matahari Departement Store sendiri memiliki empat lantai, sebagian lantai pertama yang menjual sepatu atau sandal, lantai kedua berisikan fashion baju, dan lantai tiga terdapat bioskop maupun sarana hiburan keluarga lainnya.
            MDS berdiri di tanah milik pemerintah kabupaten, hanya saja pihak MDS (PT. Mulia Persada Pertiwi) menyewanya. Pihak perusahaan membayar 70 juta setiap bulannya. Selain di kelola oleh pihak MDS, terdapat toko-toko yang disewakan kembali oleh perorangan jumlahnya sekitar 50an kios. Jumlah pegawai MDS kurang lebih 300an.
            Terbakarnya MDS menyisakan banyak pertanyaan bagi sebagian orang, mengapa MDS bisa habis dilalap si jago merah. Ada yang bilang karena konsleting listrik namun belum diketahui lebih pasti penyebab kebakaran tersebut. Terlebih lagi nasib dari 300 pegawai MDS serta pemilik maupun pegawai toko yang disewakan oleh MDS. Belum lagi pedagang yang menggantungkan hidupnya terhadap keberadaan MDS. Mereka semua masih belum tau apakah bisa bekerja lagi atau tidak.
            Pihak pemerintah Kabupaten Kudus masih berupaya mencarikan solusi terbaik untuk semuanya. Untuk pegawai MDS, ada usulan untuk menyewa tempat lagi dengan harapan semua pegawai MDS bisa bekerja kembali mengingat bulan puasa dan lebaran akan tiba. Sedangkan pemilik, pegawai toko yang disewakan MDS serta pedagang akan dikumpulkan terlebih dahulu lalu dicarikan solusi apakah mereka akan pindah ke tempat lain atau tidak.
            Intinya pemerintah sedang mencarikan jalan keluar dari permasalahan ini. Sambil menunggu hasil pengujian labfor yang keluar sekitar 1-3 bulan lagi. Pemerintah juga mengharapkan kerjasama dari semua pihak serta masyarakat pada umumnya untuk memberikan solusi terbaik. Untuk pegawai MDS dan penyewa toko diharapkan untuk bersabar serta mencari alternatif lain agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup.


0 komentar:

 
Back to top!